DAMPAK KONVERGENSI MEDIA TERHADAP AKULTURASI BUDAYA LOKAL

Abstrak, akan dipresentasikan dalam Konferensi Nasional Komunikasi Universitas Indonesia, di Kampus UI Depok 13 – 14 November 2013

cropped-poster11

—-

Penemuan teknologi dalam bidang komunikasi dan informasi telah membawa kita memasuki era baru sejarah budaya. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa new media telah benar-benar merubah kehidupan kita. Penemuan media baru pada akhirnya berakibat pada munculnya apa yang disebut sebagai konvergensi media, yaitu penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan.

Transformasi masyarakat yang begitu cepat karena dampak dari konvergensi media baru dan globalisasi secara langsung mempengaruhi pembangunan dan pengembangan identitas budaya. Konvergensi media lebih dari sekadar pergeseran teknologi, konvergensi – bahkan – telah mengubah hubungan yang ada antara teknologi, industri, pasar, genre dan audiens. Salah satu dampak yang mungkin muncul adalah pada akulturasi budaya-budaya lokal.

Dalam pengertian yang paling sederhana, “akulturasi” mencakup semua perubahan yang muncul menyusul “Kontak” antara individu dan kelompok latar belakang budaya yang berbeda. Berbeda dengan media-media konvensional yang cenderung linear dan satu arah (one-way), konvergensi media bersifat interaktif yang memungkinkan untuk setiap budaya saling berinteraksi, dan bahkan saling mempengaruhi. Konvergensi media juga dapat menjadi semacam “counter hegemony”  bagi budaya lokal untuk melawan dominasi media-media tradisional yang cenderung dominatif dan hegemonik.

Makalah ini mencoba untuk menganalisis dampak-dampak yang mungkin muncul seiring dengan berkembangnya konvergensi media di Indonesia terhadap akulturasi budaya lokal. Makalah ini juga akan melihat bahwa Konvergensi media menjadi kesempatan sekaligus tantangan bagi pengembangan budaya lokal. Disatu sisi, interaktifitas yg tinggi dengan budaya lain, akan memberikan lebih banyak fleksibilitas dan ruang bebas untuk menjaga, menegoisasi, mengembangkan dan merekonstruksi berbagai bentuk identitas budaya lokal. Pada sisi lain, interaksi yang kompleks antara budaya lokal dan global, identitas budaya akan menjadi sangat dinamis, bahkan cair – dan ini akan menjadi tantangan bagi eksistensi budaya lokal.

 

Download Fullpaper :

https://www.academia.edu/6171985/DAMPAK_KONVERGENSI_MEDIA_TERHADAP_AKULTURASI_BUDAYA_LOKAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s