TEORI AGENDA SETTING DAN SPIRAL OF SILENCE

Agenda setting adalah sebuah penelitian efek media massa, teori ini dicetuskan oleh MaxwellMc.Comb dan Donal Shaw. Bermula ketika mereka mengadakan studi empiris tentang peran media dalam pemilihan pemilihan presiden pada tahun 1968 di Chapel Hill, North Carolina, dan secara simultan mengumpulkan data tentang agenda berita media dan ageda publik[1]. Teori agenda-setting berasumsi bahwa agenda media mempengaruhi agenda publik, bahwa apa yang penting menurut media akan dianggap penting oleh publik. Atau menurut McCombs, konsep agenda-setting merupakan sebuah metaporis dari gagasan bahwa media memiliki kemampuan untuk mentrasfer agenda berita mereka terhadap agenda  publik.

Istilah agenda-setting itu sendiri sebenarnya berakar dari ide-ide WalterLippman. Dalam bukunya “Public Opinion” yang sangat fenomenal, mengatakan bahwa media memiliki peran dalam mendefinisikan dunia kita. Media memegang peranan sebagai mediator yang akan mempertemukan antara realitas dengan gambaran yang ada dalam pikiran atau dalam bahasanya Lippman “The World Outside and the Pictures in Our Head”[2] Menurut McComb, istilah ageda-setting sinonim dengan peran media massa dalam membentuk opini publik dan persepsi publik tentang isu-isu penting[3].

Teori Spiral of silence adalah bentuk lain dari teori agenda setting[4], spiral of silence theory imemberikan perhatian pada pentingnya kebutuhan individu akan opini dominan dilingkungannya. Individu yang memiliki pendapat yang berbeda dengan opini dominansebagaimana muncul di media cenderung tidak mengekspresikan opininya.[5] Noelle Neumann sebagai pencetus teori ini adalah figur yang menyerukan untuk kembali kepada cara pandang bahwa media sangat berpengaruh (powerfull). Asumsi dari teori ini adalah ketakutan-ketakutan seseorang akan terisolasi atau terpisah dari lingkungan mereka, orang akan bersikap ketika merekamenyadari mereka sebagai minoritas, dan cenderung untuk mengikuti opini-opini yang dominan, dan media dalam bberapa factor cenderung mempresentasikan sebuah isu[6].

 

PERSAMAAN

  1. Teori agenda-setting dan spiral of sailence, memberikan perhatian pada pembentukan opini publik. Fokus penelitian kedua teori ini adalah pada bagaimana terbentuknya opini publik.
  2. Konsep consonance (penyesuaian), menurut Teori agenda-setting dan spiral of sailence, media massa dapat menghasilkan gambaran tentang realitas[7]. Kedua teori ini meyakini bahwa media memiliki kemampuan untuk memberikan gambaran dan mendefinisikan, serta mempertemukan antara realitas dengan gambaran yang ada dalam pikiran.
  3. Cognitive effects. Teori agenda-setting dan spiral of sailence fokus penelitiannya pada bagaimana pengaruh efek media terhadap pengetahuan (cognitive),

 

PERBEDAAN

  1. Teori agenda-setting menggunakan perspektif micro-level effects. Penggunaan perspektif ini dalam agenda-setting memberikan implikasi bahwa penelitian terfokus pada level mikro, yaitu bagaimana pengaruh media terhadap individu, perspektif ini kurang berminat terhadap tema lama yang menitikberatkan pada akibat yang ditimbulkan media terhadap masyarakat tetapi lebih berminat untuk melihat bagaimana media memepengaruhi kehidupan individu. Sedangkan spiral of sailence menggunakan perspektif macro-level effects. Dimana penelitiannya akan terfokus pada level mikro tentang bagaimana pengaruh efek media terhadap maysyarakat. Perspektif ini kurang berminat terhadap penjelasan  tentang bagaimana individu dipengaruhi oleh media, tetapi lebih berminat kepada bagaimana masyarakat secara keseluruhan dipengaruhi oleh media massa
  2. Teori agenda-setting menggunanakan paradigma efek terbatas  (limitted effects paradigm), yang terfokus tentang apakah isi media dapat memiliki  efek yang segera (immediate) dan langsung (direct) terhadap pikiran dan tindakan setiap individu. Paradigama ini merupakan pendekatan dalam kajian media massa yang terfokus pada efek khusus pada individu. Paradigma efek terbatas mengasumsikan bahwa efek media tidaklah besar, media memiliki efek yang terbatas, media rarely have dierct effect. Yang akan berpengaruh dalam penelitian agenda setting, yaitu bahwa media memiliki kekuatan terbatas dalam membentuk opini publik, khalayak secara aktif menerima terpaan media (media exposure). Sementara itu teori spiral of silence menggunakan cara pandang bahwa media sangat berpengaruh (powerfull media), konskwensi logis dari penggunaan cara pendang ini adalah bahwa teori spiral of sailence memiliki keyakinan bahwa media massa memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukan opini publik

 


[1]MaxwellMcCombs (1994). News Influence on Our Pictures of the World. In Jenning Bryan & Dolf Jillmann (eds) Media Effect, Advances in Theory and research.

[2] ibid

[3] ibid

[4]Stanley J. Barant & DennisK.Davis (2000). Mass Communication Theory; Foundations, Ferment and Future.

[5]DennisMcQuail. Mass Communication Theory. Fourth edition.

[6]Stanley J. Barant & DennisK.Davis (2000). Mass Communication Theory; Foundations, Ferment and Future.

[7]LihatAntoni. RiuhnyaPersimpanganItu, Profil dan Kajian Para Penggagas Kajian ilmu Komunikasi. Solo : TigaSerangkai.

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s